Masyarakat Nelayan Menerima Bantuan

Rabu, 23 Desember 2015 | Oleh : admin | Kategori : Kabupaten Mempawah


MEMPAWAH, HUMAS – Penyerahan bantuan dan dialog bersama masyarakat nelayan menandai Peringatan Hari Nusantara ke-15 Tahun 2015 di Kabupaten Mempawah, Selasa (22/12). Bertempat di Aula Pangkalan Pendaratan Ikan Kuala Mempawah, peringatan dihadiri Wakil Bupati Gusti Ramlana.

Kepada masyarakat kelautan dan perikanan, Gusti Ramlana mengungkapkan, rencana Pemerintah Kabupaten Mempawah meningkatkan pembangunan bidang kelautan dan perikanan mendapat respons positif pemerintah provinsi dan pusat. Hal itu ditandai dengan adanya bantuan dana maupun program kegiatan dari pemerintah pusat dan provinsi. Bantuan tersebut antara lain berupa alokasi dana APBN, dana alokasi khusus, dana dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Selain itu, lanjutnya, jenis kegiatan yang bersumber dari provinsi dan pusat juga bervariasi, baik bersifat fisik konstruksi maupun bantuan permodalan dan sebagainya.

“Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya pembangunan lanjutan Pangkalan Pendaratan Ikan Kuala Mempawah, Balai Benih Ikan Toho, paket-paket bantuan untuk nelayan, sertifikat hak atas tanah untuk nelayan, pengembangan usaha mina perdesaan (PUMP) bidang budi daya, program Sekaya Maritim, bantuan penyediaan sarana air minum, rehabilitasi mangrove, dan sebagainya,” paparnya.

Pada kesempatan itu Gusti Ramlana menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan untuk kelompok nelayan. Bantuan tersebut terdiri atas sarana penangkapan ikan, pembangunan sarana dan prasarana pesisir dan pulau-pulau kecil, dana pengembangan usaha, prasarana pembenihan dan sarana peralatan pembenihan, pembangunan saung pertemuan, dan sarana produksi perikanan budi daya.

Terkait bantuan yang diberikan, Wakil Bupati Ramlana berpesan agar bantuan dimanfaatkan sesuai petunjuk dan aturan yang ada. Dia meminta anggota kelompok penerima bantuan untuk memahami tujuan dari diberikannya bantuan. Bagi kelompok penerima bantuan permodalan, Ramlana mengingatkan untuk tidak membelanjakan pada hal-hal konsumtif. Selain itu penerima bantuan diingatkan agar mengelola administrasi keuangan secara transparan.

“Kami berharap adanya bantuan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Semoga ini memacu perkembangan kelompok nelayan sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah dan nantinya bisa menjadi kelompok yang mandiri dan sejahtera,” harapnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah Imansyah menyebut peringatan Hari Nusantara menjadi sarana silaturahmi antara kepala daerah dan satuan kerja perangkat daerah dengan masyarakat perikanan dan kelautan Kabupaten Mempawah. Pada momen itu juga diserahkan sejumlah bantuan yang bersumber dari APBD, pemerintah pusat, dan sumber dana lainnya.

Imansyah menuturkan, sepanjang tahun 2015 terdapat beberapa kegiatan dan bantuan dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Mempawah. Pertama, program Sekaya Maritim. Program ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Program Sekaya Maritim dikembangkan untuk menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan nelayan dengan cara mengembangkan penghidupan serta perbaikan lingkungan dan prasarana.

“Dengan ini diharapkan kampung nelayan menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan kebudayaan berbasis kemaritiman. Pada tahun 2015 ini Kabupaten Mempawah merupakan satu-satunya di Kalimantan Barat yang mendapat alokasi program ini. Di tahun pertama program Sekaya Maritim, hanya ada 31 provinsi yakni 31 kabupaten/kota se-Indonesia termasuk Kabupaten Mempawah yang mendapatkan alokasi ini yang nantinya berlanjut selama lima tahun. Jadi kita beruntung,” jelas Imansyah.

Selain itu, Imansyah melanjutkan, juga ada dukungan sarana prasarana untuk perbaikan rumah nelayan, balai diklat bagi nelayan, dan berbagai bantuan terkait Sekaya Maritim. Termasuk, program sarana penyediaan air minum. Program ini ditujukan kepada kelompok masyarakat pesisir. Selain agar bisa menjadi sarana berusaha di bidang air minum isi ulang, program ni juga untuk memenuhi kebutuhan air minum di pesisir desa. “Tahun ini program diberikan kepada Desa Sungai Duri 1,” ujarnya.
Bantuan lainnya, imbuh Imansyah, berupa rehabilitasi mangrove. Program rehab mangrove dialokasikan untuk 17 hektare wilayah yang pelaksanaannya dilakukan masyarakat di dua desa, yakni Desa Malikian dan Desa Pasir. “Ini untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.”

Terakhir, bantuan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Imansyah menerangkan bantuan tersebut diperuntukkan kepada bidang perikanan tangkap berupa pengolahan hasil dan pemasaran. Selian itu bantuan diberikan kepada bidang budi daya, pengembangan wilayah pesisir, kelautan dan pengawasan. (Rio)

Berita Terkait



Copyright © 2018 © DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA dan OLAHRAGA KABUPATEN MEMPAWAH