Hari Ibu, Momen Kebangkitan Perempuan Indonesia

Rabu, 23 Desember 2015 | Oleh : admin | Kategori : Daerah


MEMPAWAH, HUMAS – Puncak Peringatan Hari Ibu ke-87 Tahun 2015 di Kabupaten Mempawah berlangsung sederhana, Selasa (22/12). Bertempat di Aula Kantor Bupati Mempawah, Peringatan dihadiri Wakil Bupati Bupati Gusti Ramlana.

Membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Gusti Ramlana menyebut tanggal 22 Desember sebagai momen sejarah digelorakannya kebangkitan perempuan Indonesia. Dia menerangkan Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahun dilaksanakan untuk menghormati kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang bersama kaum lelaki dalam merebut kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

“Perjuangan kaum perempuan mewujudkan kemerdekaan dilandasi cita-cita, semangat persatuan kesatuan, dan kebhinekaan untuk mencapai kemerdekaan. Cita-cita dan semangat inilah yang telah dideklarasikan dan digemakan untuk pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Momentum itu sekaligus jadi tonggak sejarah bangsa Indonesia yang selanjutnya diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu,” jelas Ramlana.

Ramlana menuturkan Peringatan Hari Ibu menunjukkan proses panjang perjuangan kaum perempuan Indonesia. Hal yang menjadi bagian sejarah terbentuknya Indonesia. Semangat dari Peringatan Hari Ibu mengilhami semangat mewujudkan persamaan peran antara perempuan dengan laki-Iaki. Keduanya merupakan mitra sejajar yang ikut menentukan keberhasilan pembangunan.

“Momentum Hari Ibu diharapkan juga menjadi refleksi dan introspeksi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan berkreasi memajukan kiprah perempuan sehingga mampu menjadi agen perubahan di semua bidang pembangunan,” ujarnya.

Menurut Ramlana, bagi generasi muda peringatan Hari Ibu telah mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan dari para bapak bangsa dan perempuan pejuang. Hal itu guna mempertebal tekad untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan semangat persatuan, kesatuan, dan kegotongroyongan.

Terkait tema Peringatan “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”, Ramlana menyebut hal itu sejalan dengan kerangka pembangunan baik jangka menengah maupun jangka panjang. Isu perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas dan isu strategis pemerintah. Komitmen internasional tentang perempuan dan anak, bahkan menjadi bagian yang terus diperjuangkan.

“Hal ini ditunjukkan dengan disepakatinya komitmen dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Suistainable Development (SDG’s) yang dalam salah satu indikatornya berkorelasi kuat dengan isu perempuan (dan anak perempuan),” ungkapnya.

Ramlana menyebut berbagai kemajuan telah dicapai untuk peningkatan kualitas hidup perempuan di berbagai bidang strategis. Namun tidak dimungkiri masih banyak pekerjaan rumah pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak. “Karena itu tema PHI tahun ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawa Cita sebagai salah satu agenda nasional.”

Ramlana mengungkapkan perempuan dan anak dengan jumlah hampir 80 persen dari total penduduk masih menjadi kelompok yang rentan tindak kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan diskriminatif lainnya. Untuk itu melalui PHI tahun ini dilakukan upaya penyadaran kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat tentang urgensi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.

“Bertepatan dengan PHI ke-87 Tahun 2015 ini, kami ingin mempertegas bahwa pelibatan dan peningkatan peran kaum laki-laki dan keluarga dalam pembangunan juga rnenjadi hal yang harus terus dikampanyekan untuk menjadi satu gerakan massif dan berkesinambungan dalam rangka penghapusan segala bentuk kekerasan dan perlakuan diskrirninatif lainnya terhadap perernpuan dan anak,” tegasnya.

Ketua panitia PHI Westi Anas menjelaskan pihaknya menggelar sejumlah kegiatan terkait peringatan Hari Ibu ke-87 di Kabupaten Mempawah. Beberapa kegiatan antara lain ziarah ke Taman Makam Pahlawan Putra Bangsa Mempawah, peresmian Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif Percontohan Kabupaten Mempawah di TK Pembina Kecamatan Mempawah Timur, anjangsana dan pemberian santunan kepada beberapa wanita inspiratif, dan acara puncak peringatan di Aula Kantor Bupati Mempawah.

“Ziarah diikuti seluruh organisasi wanita di Kabupaten Mempawah sementara pemberian santunan disampaikan kepada sejumlah wanita yang kami nilai gigih memberdayakan diri dan keluarganya di tengah keterbatasan yang dimiliki,” terangnya.

Peringatan Hari Ibu dimeriahkan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah Erlina Ria Norsan, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Mempawah, dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Mempawah Erni Suherni. (Rio)

Berita Terkait



Copyright © 2018 © DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA dan OLAHRAGA KABUPATEN MEMPAWAH